Prolog: Wajibnya Selfi Haramnya Menutup Aurat

Posted on

Rani memposting sebuah percakapan di Instagram. Captionnya kurang lebih begini, “Mau pakai jilbab kek, mau selfi kek, mau pacaran kek, semua itu urusan gue. Hidup juga hidup gue dasar hater.” Tentu saja berbagai komentar datang. Tapi Rani diam. Bergeming dari semuanya. Bahkan ia kembali mengeluarkan ancaman untuk yang berani menegurnya karena foto dengan bikini. Rani geram bukan main.

Di sisi lain, seorang wanita berjilbab besar muntab dan menuliskan kalimat tidak jauh beda dengan Rani. Karena ia berfoto sambil memeluk pacarnya. Padahal teguran tersebut berupa ayat alquran yang isinya, agar jangan mendekati zina. Karena jalannya saja sudah menjijikkan apalagi perbuatan tersebut. Si pemberi nasihat menyarankan agar segera menikah.

Femonema selfi di kalangan wanita bercadar pun ada. Bahkan tak kalah ngeri-ngeri sedapnya. Karena wanita bercadar seharusnya tidak selfi. Apa yang mau ditunjukkan kalau wajahnya sudah ditutup.

Pendek kata seakan fenomena saat ini di kalangan wanita muslim pengguna medsos adalah, wajibnya selfi haramnya menutup aurat.

Di sisi lain, ada banyak ustaz yang mengajak wanita untuk hijrah. Tapi sayangnya penekanan soal akhlak sangat jauh. Sehingga hijrahnya hanya dari pakaian minim ke pakaian syari. Soal akidah dan adab tidak paham.

Hijrah bukan soal berpakaian. Lebih ke arah akidah dan akhlak. Akidah dan akhlak inilah yang akan membawa dalam perubahan besar. Baik pakaian serta adab. Selama ini sosial media yang menjadi media untuki selfi. Pamer foto dan juga banyak hal lainnya.

Ada banyak kisah mengerikan akibat selfi di dunia maya. Memang tidak semuanya tercatat, tapi banyak yang terekam. Menjadi kisah pilu, yang seharusnya diperhatikan semua muslimah. Bukan berarti selfi harus dijauhi, minimal renungkan lagi apa sih manfaat dari selfi? Apa sih manfaat dari haus pujian dari lelaki? Apa sih manfaat dari dipuji, “kau cantik.”

Jika Anda memahami ayat berikut, semoga Allah memberikan kekuatan untuk menjauhi semua sebab menuju bahaya.

Janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah Perkataan yang baik. Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu (QS. Al-ahzab: 32-33)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *